Pilihan pertama beresiko tertempelnya semua benda oleh bulu, terutama bahan kain yang melapisi kursi sofa minimalis Anda. Tapi pilihan kedua juga akan membuat hewan peliharaan menjadi stress. Jangan kuatir, setelah membaca artikel ini sepertinya Anda akan segera terbebas dari dilema
|
Jika Anda memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, Anda pastinya pernah merasakan dilema antara ingin membiarkan hewan kesayangan bebas berkeliaran atau mengurungnya di dalam kandang.
Pilihan pertama beresiko tertempelnya semua benda oleh bulu, terutama bahan kain yang melapisi kursi sofa minimalis Anda. Tapi pilihan kedua juga akan membuat hewan peliharaan menjadi stress. Jangan kuatir, setelah membaca artikel ini sepertinya Anda akan segera terbebas dari dilema
0 Comments
Life Span atau masa hidup pada hewan peliharaan terutama anjing dan kucing sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh rasa tau breed, gaya hidup (life style), dan ukuran tubuh. Namun rata-rata 8 tahun sudah merupakan angka yang baik untuk usia anjing maupun kucing. Memiliki gaya hidup yang baik dan sehat, tidak mustahil anjing maupun kucing bisa hidup lebih dari 15 tahun.
Memang memiliki gaya hidup yang baik untuk anjing dan kucing tidak mudah dilakukan. Namun, hal ini bisa menjadi perhatian dan pencegahan agar anjing dan kucing kita dapat memiliki usia yang lebih panjang. Berikut 5 hal ini bisa membuat waktu hidup hewan peliharaan mu menjadi berkurang.
Anjing dan kucing adalah hewan peliharaan yang terpopuler di dunia. Sebagian orang senang dengan anjing, lainnya kucing. Jika kamu ingin memelihara salah satunya, tapi masih bingung harus memilih yang mana, berikut perbedaan yang menjelaskan antara memelihara seekor anjing dan kucing.
JAKARTA, Memelihara kucing kini sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kosmopolitan. Bahkan kini, kucing tidak lagi hanya dijadikan sebagai hewan peliharaan, namun sudah dianggap bagian dari anggota keluarga. Menurut Andrew Soendjojo, Head of Groceries Channel Nestle Purina PetCare Indonesia, ada beberapa faktor yang menyebabkan kegiatan memelihara kucing ini sangat populer.
"Dahulu keluarga bukan hanya ada bapak, ibu dan anak tapi kucing juga termasuk di dalamnya. Selain itu, sekarang orang-orang single juga bisa membentuk keluarga hanya dengan memelihara kucing," kata Andrew saat media briefing Frieskies #500Catventure di Pisa Cafe, Jakarta, Senin (8/8) kemarin.
Kucing adalah hewan peliharaan favorit keluarga. Tingkahnya yang lucu, tidak agresif dan mudah dalam perawatan merupakan beberapa alasan utama mengapa banyak orang yang memilih kucing sebagai hewan peliharaan di rumah. Namun, satu hal yang dikhawatirkan saat merawat kucing, yaitu infeksi toxoplasma.
Toxoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya terdapat pada hampir semua hewan berdarah panas, khususnya pada anjing, kambing, tikus, burung dan kucing. Menurut dokter hewan (drh) Angela Maharani, anggapan kucing menularkan penyakit toxoplasma hanyalah mitos belaka.
Kucing adalah hewan peliharaan yang mempunyai rasa sayang dan efek menyenangkan. Memelihara atau bermain dengan kucing dapat menghilangkan stres.
Bagi kamu yang memelihara kucing, jangan hanya memandang kesenangan dari sudut pandang sendiri. Coba perhatikan apakah mereka merasakan kesenangan yang sama. Atau mungkin kucing peliharaan kamu merasa lebih dari senang karena dirawat oleh orang yang tepat dan ingin membalas kasih yang dia terima.
Jakarta - Hewan peliharaan dapat memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara orang. Dari segi kesehatan, kucing relatif aman mengingat kebiasaan mereka membersihkan bulu dengan lidah yang mengandung anti bakteri.
Menurut dokter hewan Angela Maharani, kucing merupakan salah satu hewan terapi bagi manusia. "Berdasarkan penelitian terbaru, kucing termasuk dalam kelompok hewan terapi. Sebab, ketika mendengkur, kucing mengeluarkan frekuensi suara sekitar 20-150 Hz. |
Archives
September 2016
Categories
All
|
RSS Feed