Malang benar nasib Suryani, seorang kakek di Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jatim. Dia hanya hidup sebatangkara di ladang milik warga. Sudah 25 tahun, pria berusia lanjut ini hidup di gubuk reot hanya ditemani oleh seekor kucing peliharaannya.
Rumah yang lebih mirip gubuk itu sudah termakan usia. Dindingnya, banyak yang berlubang dan bocor saat musim penghujan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, kakek tua renta berusia 64 tahun ini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dan uluran tangan dari warga sekitar yang peduli terhadap nasibnya.
Rumah yang lebih mirip gubuk itu sudah termakan usia. Dindingnya, banyak yang berlubang dan bocor saat musim penghujan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, kakek tua renta berusia 64 tahun ini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dan uluran tangan dari warga sekitar yang peduli terhadap nasibnya.
Suryani mengatakan, dia sudah berpuluh-puluh tahun hidup di tengah ladang sengon bersama kucing peliharaannya dengan keadaan seadanya. "Jika suatu saat hujan, rumah kakek Suryani juga tidak luput dari kebocoran atap rumah," ujar Rofikah, tetangga kakek Suryani
Dia mengatakan untuk makan sehari-hari aparat desa dan warga sekitar pun juga ikut membantu.
Kini kakek Suryani hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah maupun kaum dermawan untuk kehidupan yang lebih layak karena kakek selama ini belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah
Dia mengatakan untuk makan sehari-hari aparat desa dan warga sekitar pun juga ikut membantu.
Kini kakek Suryani hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah maupun kaum dermawan untuk kehidupan yang lebih layak karena kakek selama ini belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah
Related Post =
RSS Feed