| Sebelumnya perlu diluruskan dahulu tentang penyebutan nama “ Anjing ” yang selama ini selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang buruk, sebagai sebuah bentuk penghinaan ataupun penyerangan. Karena sebenarnya pada jaman dahulu penyebutan nama “ Anjing ” sewaktu era Mongol sangat lazim dilakukan sebagai sebuah bentuk penghormatan. Genghis Khan terkenal dengan sebutan Komandannya Subudei ( salah satu jenis anjing perang ) penyebutan tersebut bukan untuk penghinaan tapi justru sebagai pujian kepada jenis Subudei dikarenakan kesetiaan, keberanian dan kehormatannya |
|
Kucing diciptakan sebagai makhluk yang indah. Begitu juga perempuan. Terutama bila kita memandang ke bola matanya. Jadi hati –hati bila Sobat Meongers menatap mata kucing, disarankan untuk tidak terlalu lama karena bisa terjadi 2 hal, yaitu menandakan perlawanan atau kita terpikat kedalam jernihnya bola mata kucing. Perempuan juga demikian kok ! Bulan lalu saya mendapatkan sebuah email dari seorang sahabat dari negeri jiran yang rajin mengikuti perkembangan politik di Indonesia, dimana ia berpendapat bahwasanya seekor kucing itu sebenarnya menyimpan Karakter Besar / Jiwa Bangsawan apabila kita mau telusuri lebih dalam dan ia pun bisa membuktikannya secara obyektif. Awalnya saya merespon bahwa pendapatnya tersebut merupakan suatu guyonan belaka, perlu diketahui bahwa kami memang sering bercanda belakangan ini semenjak musim PiLeg kemarin layaknya sesama TimSes yang berbeda negara. Namun ketika dia menunjukan bukti sejarah bahwa seekor Kucing yang bernama Morris pernah dicalonkan sebagai kandidat Presiden dari Negara Mexico tahun kemarin, akhirnya saya pun menyimak dengan serius beberapa point-point argumentasinya berikut :
|
Archives
June 2016
|

RSS Feed